Langsung ke konten utama

PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT PADA ANAK


Abstrak
Anak merupakan generasi penerus bangsa dangan demikian dibutuhkan anak dengan kualitas yang baik dan untuk mendapatkannya harus dipastikan bahwa tumbuh kembangnya juga baik. Supaya tumbuh kembang anak baik oarang tua harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam merawat anaknya. Banyak sekali orang tua yang membawa anaknya kerumah sakit hanya kerena penyakit yang sebenrnya bisa dirawat sendiri dirumah contohnya penyakit diare, padahal banyak anak yang sangat takut jika dibawa kerumah sakit yang seharusnya pola pikir ini harus diubah. Tetapi yang lebih penting adalah orang tua harus tau cara mongabotati dan mencegah penyakit yang bisa dilakukan dirumah, karna itu dibutuhkan peran seorang perawat untuk membantu mensosialisasikan pengobatan dan pencegahan penyakit dirumah.

Kata kunci : Anak, Diare, Orang tua, Pengetahuan, Rumah sakit

PENDAHULUAN
Kebutuhan dasar manusia harus selalu terpenuhi, begitu juga dengan kebutuhan anak, anak memerlukan penanganan yang lebih dibanding remaja atau orang dewasa, karna anak belum mengerti cara mencegah suatu penyakit. Jadi dibutuhkan peran orang tua untuk selalu membimbing dan mengawasi tumbuh kembang seorang anak, pada anak usia balita yang  lebih suka bermain diluar, mudah sekali terkena bakteri yang disalurkan melalui tangan, karna tangan merupakan media yang dapat menyalurkan bakteri keseluruh tubuh, pada anak diusia balita sering kita menjumpai mereka menghisap jari-jarinya, padahal ditangan itu sendiri banyak bakteri yang memicu terjadinya berbagai penyakit. Menurut Purwandari (2015) “Perilaku tersebut tentunya berpengaruh dan dapat memberikan kontribusi dalam terjadinya penyakit diare”.
LATAR BELAKANG
          Diare pada umumnya termasuk  penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting disease)” (Subagyo 2011). Jadi jika ditangani dengan benar anak tidak perlu dirawat kerumah sakit, namun pada kenyataannya banyak sekali anak yang dirujuk kerumah sakit karena penyakit diare. Hasil penelitian (Kompyang S :2011) menunjukan data surveilan terpadu berbasis rumah sakit di Propinsi Bali pada 2009 menunjukkan propaorsi anak dengan diare yang dirawat sebesar 29%. Proporsi anak yang dirawat dengan diare sampai Oktober 2010 meningkat menjadi 32%. Angka tersebut naik karena kurangnya pengetauan orang tua yakni seorang ibu dalam mencegah penyakit diare, seorang ibu juga harus memiliki pengetahuan dalam merawat anak yang sedang terkena penyakit diare.
          Dalam penelitian oleh Handayani (2008); Assiddiqi (2010), menggambarkan tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan diare sebagian besar berada pada katagori rendah sampai sedang. Warman (2008) menemukan bahwa “pengetahuan ibu memberi kontribusi paling kuat dibandingkan faktor lingkungan dan sosial ekonomi dalam mempengaruhi kejadian diare akut pada balita”. Saat anak dirawat dirumah sakit juga perlu adanya peran orang tua, yang selalu mengawasi anak, untuk itu orang tua harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk merawat anaknya (Kompyang S : 2011)
          Pendidikan kesehatan perawatan anak dengan diare merupakan salah satu sumber informasi untuk responden sehingga mengetahui tentang penyakit diare terkait dengan penyebab, bahaya, pencegahan, perawatan selama di rumah sakit, dan lain-lain. Pengetahuan ini akan membuat ibu berfikir dan berupaya agar anak cepat sembuh dan terhindar dari diare lagi dengan melakukan perawatan dan upaya- upaya pencegahan sesuai anjuran ( Kompyang S 2012:168).
PENCEGAHAN PENYAKIT
          Pencegahan diere perlu dilakukan supaya angka anak yang masuk rumah sakit karena diare bisa berkurang. Tentu tidak ada anak  yang senang dirawat dirumah sakit, karna dirumah sakit anak akan kesulitan untuk bermain, padahal dunia anak merupakan dunia bermain, terutama untuk anak yang berumur dibawah lima tahun. Bermain bagi anak akan mengembangkan berbagai kemampuan, seperti kemampuan motorik dimana anak cepat untuk bergerak, berlarian melakukan berbagai kegiatan fisik lainnya (prayitno, 2003).
          Jika anak memang diharuskan dirawat dirumah sakit tentu saja kita sebagai perawat bisa membuat anak tidak bosan selama dirawat dirumah sakit. Anak usia prasekolah memandang hospitalisasi sebagai sebuah pengalaman yang menakutkan (Marks, 1999). Karna itu, kita harus berupaya supaya anak senang dan memiliki semangat sembuh yang tinggi, contohnya dengan mengajak anak berkomunikasi saat kita sedang melakukan proses perawatan ini juga berguna untuk meningkatkan keakraban antara perawat dan pasien, karena kebanyakan anak takut jika sudah menemui seorang perawat, karna mimik yang tersesebar adalah jika perawat akan melukai dan memberikan obat yang pahit untuk pasien anak, itu mungkin yang menjadi pola pikir kebanyakan anak, jadi kita harus membangun ikatan yang baik dengan pasien anak, juga mulai mengubah pola pikir anak mengenai perawat.
          Dalam penelitiannya, Lia Herliana (2001) menyimpulkan bahwa pemberian terapi bermain pada anak meningkatkan sikap kooperatif selama menjalani hospitalisasi. Sebab ketika bermain anak mengekspresikan beberapa perasaan mereka seperti frustasi, hostilitas / permusuhan dan agresil tanpa takut dimarahi oleh staf keperawatan. Anak juga akan memperoleh kegembiraan dan kesenangan yang membuatnya lebih kooperatif terhadap tindakan keperawatan selama hospitalisasi. Program bermain ini membutuhkan peran serta keluarga dan perawat.
          Kecemasan anak selama hospitalisasi diakibatkan karena adanya stressor berupa perpisahan dengan keluarga, kehilangan kontrol, dan ketakutan akan injuri terhadap anggota tubuh (Johnson, 1989). Menurut Marks (1998), “kecemasan selama hospitalisasi dapat diminimalisasi dengan pemberian terapi bermain sebagai persiapan untuk melakukan prosedur medis maupun tindakan keperawatan”. Dalam aktivitas bermain ini, anak diajarkan teknik mengatasi kecemasan sebagai mekanisme koping, contohnya teknik mengalihkan perhatian anak pada aktivitas yang disenanginya (Wong, 2001).
PENUTUP
          Untuk mencegah anak terkena penyakit diare dapat dilakukan dengan cara mencuci tangan sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas. Supaya anak terbiasa hidup sehat, juga mengajarkan kepada anak tentang pentingnya menghindari suatu penyakit. Dalam hal ini diperlukan pengetahuan orang tua supaya tidak salah dalam memberikan pelajaran kepada anaknya. Ini termasuk tugas seorang perawat untuk mensosialisasikan cara mencuci tangan dan mencegah suatu penyakit yang benar kepada para orang tua.

Daftar Pustaka

Assiddiqi, M.H. (2010). Tingkat pengetahuan ibu terhadap penanganan diare
pada balita di kelurahan padang bulan kecamatan medan baru (Karya
tulis ilmiah, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara). Fakultas
Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan. Diperoleh dari http://repository.usu.ac.id.
Herliana, Lia. (2001 ). Pengaruh Terapi Bermain terhadap Tingkat Kooperasi Anak Usia Prasekolah Selama Hospitalisasi di Bangsal Anak Rumah Sakit Dr. Sarjito Yogyakarta. Yogyakarta. Yogyakarta : tidak diPublikasikan
Johnson, Schoen B. (1989). Psychiatric - MentalHealth Nursing Second Edition. Philadelphia : J. B. Lippincott
Marks, Margaret G. (1 998). Eroadribb's tntroductory Pediatric Nursing. St. Louis : Mosby Company
Prayitno, lrwan. (2003). Anakku penyeiuk Hatiku. Bekasi : Pustaka Tarbiyatuna
Purwandari, R., & Ardiana, A. (2015). Hubungan antara perilaku mencuci tangan dengan insiden diare pada anak usia sekolah di Kabupaten Jember. Jurnal Keperawatan4(2).
Sulisnadewi, N. L. K., Nurhaeni, N., & Gayatri, D. (2012). Pendidikan kesehatan keluarga efektif meningkatkan kemampuan ibu dalam merawat anak diare. Jurnal Keperawatan Indonesia15(3), 165-170.
Subagyo, B., & Santoso, N.B. (2011). Diare akut, dalam Buku ajar gastroenterologi-hepatologi (Cetakan kedua). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Warman, Y. (2008). Hubungan faktor lingkungan, sosial ekonomi dan pengetahuan ibu dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Skripsi, Kedokteran Universitas Riau). Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Riau. Diperoleh dari http://lib.unri.ac.id.
Wong, Donna L, et al. (2001). Wong's Essetntial of Pediatric Nursing Sixth Edition. St. Louis : Mosby Company

Komentar